Filosofi Inspektorat
  • M4
    Moro Roso, Moro Sworo, Moro Sodo, dan Moro Godho. Pada tahap awal, yang diterapkan moro roso (rasa). Kalau dengan rasa tidak mempan, baru diterapkan M yang kedua, yaitu sworo (suara), berupa teguran lisan. Kalau moro sworo juga tidak mempan, baru dilakukan sentuhan dengan moro sodo (lidi), artinya disentil dengan sanksi yang ringan. Baru kalau dengan sodo tidak kapok juga, kita pakai moro godho (gada), artinya sanksi yang keras. Sanksi yang bersifat edukasi nampaknya lebih efektif dan bisa diterima dengan baik.
  • Independensi
    Independensi adalah mahkota bagi profesi auditor. Mangimplementasikan sikap independensi bagi seorang internal auditor tidak semudah bila dibanding dengan eksternal auditor. Mangapa? Seorang internal auditor satu kandang kantor dengan auditee mitra unit kerja yang diperiksa, satu jemputan, kadang-kadang makan siang bareng-bareng. Namun karena demi tugas, harus memeriksa rekan sendiri. Sebagai seorang internal auditor, sikap independensi ternyata kadang-kadang terkendala timbul rasa ewuh pakewuh.
  • Begawan Pandito
    Filosofis Inspektorat Bappenas yang sering disosialisasikan adalah bahwa sebagai internal auditor lebih mengedepankan prinsip pendekatan mendorong dan mengawal membangun komitmen bersama dengan seluruh unit kerja untuk proses pencegahan dan perbaikan bukan penghukuman. Dalam pewayangan menempatkan diri sebagai Begawan Pandito atau sebagai dokter yang senantiasa memberikan konsultasi untuk perbaikan di bidang pengelolaan akuntansi keuangan Negara dan birokrasi pemerintah.
Berita Inspektorat Utama
Selasa, 10 April 2012 12:49 WIB
In House Training ESQ Character BuildingKegiatan tersebut diikuti oleh seluruh staf di lingkungan Inspektorat utama yang PNS maupun Outsourcing. Pak Slamet Soedarsono dalam sambutannya menyatakan bahwa adanya Split Character dalam tubuh bangsa indonesia ini. “Dengan ESQ saya berharap bisa utuh, jadi tidak hanya intelektualnya saja yang pintar tapi juga cerdas emosinya. Antara emosi dan intelektual ini dirangkai dengan kecerdasan spiritual. Sehingga semakin pintar semakin cerdas emosinya semakin tawadhu (Rendah Hati)” Ujarnya. Tujuan diadaknya ESQ untuk menciptakan suasana yang kondusif dan meningkatkan kinerja pegawai.
Senin, 13 Februari 2012 10:48 WIB
Coffee Morning Penguatan Integritas Pegawai dan Reformasi Birokrasi

Acara dibuka dengan pemberian sambutan oleh Ibu Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, SE, MA, dan dihadiri oleh:
1. Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Dr. Slamet Seno Adji, MA.
2. Inspektur Utama, Ir. Slamet Soedarsono, MPP, QIA.
3. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, Dra. Nina Sardjunani, MA.
4. Deputi Bidang Ekonomi, Dr. Prasetijono Widjojo MJ, MA.
5. Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan, Ir. Wismana Adi Suryabrata, MIA.
6. Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan, Dr. Ir. Edi Effendi Tedjakusuma, MA.
7. Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, Ir. Rizky Ferianto, MA.
8. Staf Ahli . . . .
Selengkapnya» Lihat Arsip Berita »

Video Porseni
Kalender
Mei 2012
M S S R K J S
293012345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829303112

Kajian
Pengunjung
Selamat Pagi
  • Pengunjung : 29016
  • Browser :
  • Alamat IP : 10.1.160.15